Maa batin

Assallamuallaikum warahmattulahhiwabbarakatu
Permisi mhon maaf .
Bleh kah sya meminta izajah untuk pembukaan Mata batin (untuk lebih mempertebal agama islam saya ). insya allah (amin y’allah) semua atas kehendakmu apapun itu.

Wallaikum sallam warahmattullahhiwabbarokatu.

Jawaban Admin

Wa’alaikum salam warahmattullahhiwabbarokatu.

Mohon Maaf, email kami [email protected] hanya untuk menerima kiriman artikel.

Terima kasih atas kerja samanya.




====================================
CATATAN REDAKSI:

Siapapun boleh mengirim artikel ke dalam blog Kampus Orang samar ini.
kirimkan artikel anda via http://eyangsamar.com/kirim-artikel
(otomatis masuk postingan blog ini)

untuk promosi Gemblengan / BAKTI SOSIAL / dll silakan kirim ke [email protected]
HARAP HATI-HATI TERHADAP PENIPUAN OKNUM YANG TIDAK BERTANGGUNGJAWAB .

Salam rahayu.
TTD
Eyang Samar Atas Angin
(Pendiri KOS)



AJIAN SERAT NETRA DAHANA (1)

(Khusus Bagi Mereka yang telah matang dalam pemahaman konsep Spiritual) 

 

Salam Persahabatan …
Dalam kesempatan berikut ini tibalah pada babak akhir dari keseluruhan postingan Penulis yang membahas tentang Ilmu Kanuragan Tingkat Tinggi yakni serial dari  Ajian Serat Jiwa.
Sehubungan dengan tugas dan kesibukan Penulis dalam beberapa akhir minggu ini, terasa lama untuk update postingan terbaru …
Kini tibalah pada bahasan Ajian Serat Netra Dahana (=Ajian Netra Dahana), yang merupakan bagian puncak dari ke-Sepuluh Tingkatan  dari Ajian Serat Jiwa.
Ajian Serat Netra Dahana, setingkat lebih tinggi dari Ajian Serat Gelang-Gelang, dan di bawah satu Tingkat dari Ajian Waringin Sungsang , dan dua Tingkat di bawah Ajian Lampah Lumpuh dan Ajian Semar Mahameru
PENGANTAR :
Langsung saja sebut saja dengan “ Ajian Serat Jiwa Tingkat X “, yakni Ajian dalam kajian Ilmu Kanuragan Tingkat Tinggi yang berfungsi untuk  :
  1. Menetralisir kekuatan lawan yang telah atau akan berbuat jahat untuk mencelakai keselamatan diri anda …
  2. Menghisap saripati (inti energi) dari kekuatan lawan yang akan mendzalimi diri anda …
  3. Pukulan penakhluk = Pamungkas untuk menghancur leburkan lawan
Mengingat betapa mengerikan akibat/efek  yang akan ditimbulkan dari penggunaan Ajian Serat Jiwa Tingkat ke Sepuluh ini, maka si-Pemilik Ajian ini haruslah benar-benar seorang Pendekar yang welas asih, mumpuni dan bijaksana …
Karena, di dalam mempelajari ajian Serat Jiwa di Tingkat ini secara sempurna tidaklah semudah berucap ludah dan membalikkan telapak tangan. Tetapi menuntut kesadaran anda untuk sudah harus menjadi Manusia Pendekar dan Pendeta yang telah mampu menggabungkan ke empat unsur alam dan ruhani yang ada dalam diri anda, baik secara filsafati (pemahaman) maupun tata kelakuan dhahir dan bathinnya…
Unsur tanah, air, api, dan udara haruslah menjadi satu kesatuan yang terkendalikan secara harmoni di dalam diri kita, sehingga perubahan yang dramatis pada kematangan spiritual itu yang akan menjadi kunci kesempurnaan penguasaan Ajian Serat Jiwa di Tingkat Pamungkas ini…
URAIAN MAKNA :
  1. Netra = Mata, panca indera penglihatan yang berfungsi menampilkan visualisai dari perekaman obyek dhahir, bathin, dan sir = rahasia tersembunyi (hakekat), baik melalui saluran mata dhahir maupun bathin yang nantinya  akan diinternalisasi ke dalam “Sumber Kekuatan Inti Pribadi” anda …
  2. Da =  (bila disambung dengan Ha menjadi Daha = Kebodohan, ketidaktahuan, kegelapan), yang menjadi penghalang/penghambat dari “Kesucian Pandangan Ruhani” manusia untuk sampai pada Hakekat yang sebenarnya …Sehingga nafsu menjadi kendaraan utama dalam mengarungi samudera kehidupan dunia yang fana ini …
  3. Ha = Hawa (udara yang bersenyawa dengan api = nafsu), yang menjadi faktor penyebab/penghalang yang utama bagi pandangan ruhani  manusia (terhijab) dan semakin jauh dari pemahaman hakekat akan Kebesaran Yang Maha Kuasa
  4. Na = Naas (sial, apes, malang), terlebih lagi bila diartikan “Naar” = (Neraka, musibah, bencana) merupakan akibat dari mementingkan keserakahan dan kesombongan pada “Hawa Nafsu Duniawi ” hingga kesesatan dan kekafiran yang akan ditemuinya dalam mengarungi luasnya samudera alam ruhaniah untuk kembali kepada-Nya….
  5. Ajian Netra Dahana = Kekuatan Ilmu Kanuragan yang terpusat pada mata dhahir dan bathin dalam mengaplikasi keseluruhan dari fungsi kekuatannya ….
Ajian Serat Netra Dahana, ……… (bersambung keseri 2)
Demikian penjelasan sementara dalam postingan yang dapat Penulis sampaikan dalam kesempatan kali ini …
Sekiranya terdapat kelebihan dan kekurangan dalam penyajiannya agar dapat dimaklumi …
Wasalaam ….




====================================
CATATAN REDAKSI:

Siapapun boleh mengirim artikel ke dalam blog Kampus Orang samar ini.
kirimkan artikel anda via http://eyangsamar.com/kirim-artikel
(otomatis masuk postingan blog ini)

untuk promosi Gemblengan / BAKTI SOSIAL / dll silakan kirim ke [email protected]
HARAP HATI-HATI TERHADAP PENIPUAN OKNUM YANG TIDAK BERTANGGUNGJAWAB .

Salam rahayu.
TTD
Eyang Samar Atas Angin
(Pendiri KOS)



AJIAN SERAT JIWA (PEMBUKA)

Salam Persahabatan…
“Ajian Serat Jiwa” mungkin sudah tidak asing lagi ditelinga para sahabat…
Atau bahkan mungkin masih asing bagi mereka yang belum pernah mendengar nama kebesarannya ala di cerita komik, sandiwara, film di televisi…, bahkan di film bioskop sekalipun.
Langsung saja….
Menurut versi penulis dalam telusuran laduni dapat dijelaskan sebagai berikut :
Ajian Serat Jiwa adalah ilmu olah kedigdayaan dan kanuragan tingkat tinggi yang memiliki 10 macam tingkatan dalam ke-ilmuannya. Yang masing-masing tingkatan memiliki fungsi dan keistimewaan sendiri sebagai berikut :
  • Ajian Serat Jiwa di tingkat I berjuluk “Cakra Manggilingan” yang memiliki fungsi untuk menyatukan segenap kekuatan  tenaga dalam yang tersembunyi di dasar alam bawah sadar tubuh  anda yang selama ini belum terbangkitkan agar mampu bangkit potensinya di dalam turut melipatgandakan kekuatan gaib/bathin yang nantinya  anda miliki dan  himpun menjadi kekuatan yang sangat  dahsyat…
  • Ajian Serat Jiwa di tingkat II berjuluk “Ajian Serat Wadag Brajawesi” yang berfungsi meningkatkan kekuatan tubuh hingga memiliki kekebalan terhadap wesi, aji, senjata dan pusaka lawan…
  • Ajian Serat Jiwa di tingkat III berjuluk “Ajian Serat Lawang Saketeng” yang befungsi melipatgandakan kemampuan pukulan jarak jauh anda, hingga mampu melakukan pukulan dan melempar lawan dari jarak jauh…
  • Ajian Serat Jiwa di tingkat IV berjuluk “Ajian Serat Gulung Jagat” yang berfungsi untuk memporak-porandakan barisan lawan yang melakukan keroyokan…
  • Ajian Serat Jiwa di tingkat V berjuluk “Ajian Serat Tatar Bayu” yang berfungsi untuk meningkatkan kemampuan ilmu meringankan tubuh, berlari cepat laksana angin….
  • Ajian Serat Jiwa di tingkat VI berjuluk “Ajian Serat Buto Agni” yang befungsi untuk memperbesar diri laksana raksaksa berambut api yang sangat menakutkan….
  • Ajian Serat Jiwa di tingkat VII berjuluk “Ajian Tapak Saketi” yang berfungsi sebagai pukulan jarak jauh yang berupa tapak api yang sangat berbahaya…
  • Ajian Serat Jiwa di tingkat VIII berjuluk “Ajian Bayu Bajra” yang berfungsi sebagai pukulan yang mampu menciptakan dahsyatnya kekuatan angin topan…
  • Ajian Serat Jiwa di tingkat IX berjuluk “Ajian Gelang-Gelang” yang berfungsi menciptakan pagaran perisai diri  dan pukulan yang berupa gelang api yang berkobar-kobar…
  • Ajian Serat Jiwa di tingkat X berjuluk “Ajian Serat Netra Dahana” yang berfungsi untuk menghisap kekuatan dan kesaktian  lawan hingga ke akar-akarnya…
Demikian gambaran dari ilmu Ajian Serat Jiwa versi ilmu telusuran penulis yang insyaallah dalam waktu dekat ini akan dikupas tuntas cara mempelajarinya satu-persatu hingga di tingkat terakhir…
Atas kurang lebihnya penulis memohon maaf yang sebesar-besarnya…




====================================
CATATAN REDAKSI:

Siapapun boleh mengirim artikel ke dalam blog Kampus Orang samar ini.
kirimkan artikel anda via http://eyangsamar.com/kirim-artikel
(otomatis masuk postingan blog ini)

untuk promosi Gemblengan / BAKTI SOSIAL / dll silakan kirim ke [email protected]
HARAP HATI-HATI TERHADAP PENIPUAN OKNUM YANG TIDAK BERTANGGUNGJAWAB .

Salam rahayu.
TTD
Eyang Samar Atas Angin
(Pendiri KOS)



AJIAN SERAT GELANG-GELANG

Salam Persahabatan …
Berikut ini merupakan pembahasan tentang Ajian Serat Jiwa di Tingkat IX (Sembilan) yang terkenal dengan sebutan “Ajian Serat Gelang-Gelang atau Ajian Gelang-Gelang” dari serangkaian kajian Ilmu Ajian Serat Jiwa dalam tataran Ilmu Kanuragan Tingkat Tinggi…
Ajian Gelang-Gelang merupakan ajian setingkat lebih tinggi dari “Ajian Serat Bayu Bajra”… Dan dua tingkat dari Ajian Pukulan  Tapak Saketi (Ajian Serat Tapak Saketi)…
Kalaulah ajian Tapak Saketi berupa Ilmu Pukulan Jarak jauh maupun kontak langsung  yang berbentuk tapak api yang dapat menghanguskan organ bagian dalam lawan yang terkena/terimbas pukulan ajian ini…
Dan ajian Bayu Bajra yang berupa ilmu Pukulan Angin yang berfungsi efektif sebagai bentuk Ilmu Pagaran sekaligus Ilmu Pukulan untuk memporak-porandakan barisan pertahanan lawan yang melakukan keroyokan …
Sedangkan ajian Gelang-Gelang, merupakan ilmu Pukulan yang berfungsi efektif sebagai bentuk ilmu Pagaran dan Kuncian…
Ajian Gelang-Gelang merupakan tataran tertinggi dari serangkaian Ilmu Ajian Serat Jiwa yang berupa Pukulan/Pagaran/maupun Kuncian berbentuk “Gelang Api” , di mana ajian ini setingkat di bawah Ajian Serat Netra Dahana (Tingkat ke 10 Ajian Serat Jiwa) yang mampu menyedot dan melumpuhkan kekuatan/kemampuan lawan yang berbuat jahat hingga diibaratkan tubuh/kekuatan “lawan akan hancur lebur seperti tepung/debu …”
CARA MEMPELAJARI :
  1. Sediakan waktu khusus untuk mengerjakan lelaku puasa selama 7 hari berturut-turut tanpa terputus …
  2. Dalam lelaku puasa tersebut hanya dipernankan berbuka dan sahur dengan “bubur” atau  nasi yang dimasak secara encer dan minum air putih tawar (tanpa pemanis) …
  3. Awali lelaku tersebut tepat pada hari Senin, dengan terlebih dahulu mengerjakan lelaku sesuci dhahir dan bathin pada hari Minggu malam Senin tepat pukul 12 malam …
  4. Lelaku sesuci dhahir, yaitu dengan cara mandi sesuci (jinabat) secara sempurna dan dilanjutkan dengan lelaku sesuci bathin dengan mengerjakan 2 atau 4 rokaat sholat hajat …
  5. Setelah salam, kerjakan beberapa dzikir seperti …
  6. Bacaan Istighfar 100x ulangan …
  7. Bacaan Subhanallah wal hamdulillah walaa ilaaha illallaah … 100x ulangan …
  8. Bacaan (Halqala) Laa khaula walaa quwata illaa billa ‘aliyul adzim … 100x ulangan
  9. Bacaan Sholawat Munjiat 7x ulangan …
  10. Bacaan Q.S Al-Fatihah 7x ulangan …
  11. Bacaan Q.S Al-Ikhlas 7x ulangan …
  12. Bacaan Q.S Al-Falaq 7x ulangan …
  13. Bacaan Q.S An-Nas 7x ulangan …
  14. Bacaan Ayat Qursi 7x ulangan …
  15. Kemudian berdo’a kepada Yang Maha Kuasa agar niatan lelaku anda untuk menguasai ajian Serat Gelang-Gelang direstui (ijabahi Allah) …
  16. Lanjutkan dengan membaca do’a ajian sebanyak 3x ulangan sambil memejamkan mata dan menahan nafas = (dengan ketentuan setiap 1x bacaan anda dianjurkan untuk menahan sistem pernafasan dengan menggetarkan bagian “solar Plexus”) …
  17. Setelah selesai, tiupkan melalui mulut ke arah dua telapak tangan anda dan sapukan hingga merata ke sekujur tubuh …
  18. Kerjakan ritual lelaku sholat hajat, wirid dzikir, dan pengamalan do’a ajian selama anda lelaku puasa 7 hari berikutnya …
  19. Khusus untuk do’a ajian, dibaca pula secara istiqomah setelah selesai melaksanakan sholat subuh dan Maghrib dengan ketentuan dan aturan yang sama …
  20. Untuk hari yang terakhir, anda wajib untuk menambah dengan lelaku “melek” = tidak tertidur walau sesaat hingga terbit fajar di mana merupakan akhir dari lelaku puasa anda …
  DO’A AJIAN YANG DIAMALKAN :
“Bismillahir rahmanir rahiim …
Ingsun amatek aji gelang-gelang …
Gelang geni kang gegulung jagat …
Pinayungan sukma rineksa dening Allah …
Wujud ing sari-ing urip …
Rasa tunggal sujud kang Agung …
Sukma rahayu dzat sampurna …
Tisning kawulaning dzat …
Laa Khaula walaa quwwata illa bila aliyul adzima …”
APLIKASI AJIAN :
  1. Ajian Gelang-Gelang apabila digunakan untuk ilmu pagaran dapat dilakukan dengan cara berdiri dengan kaki sedikit terbuka, sedangkan kedua tangan anda bersilang di depan dada dengan masing-masing telapak tangan memegang  bahu (telapak kanan = bahu kiri, telapak kiri = bahu kanan) …
  2. Tarik nafas getar dan panjang, kemudian kunci di solar plexus. Pada waktu mengunci pernafasan bacalah do’a ajian 1x saja dengan visualisai/penggambaran bahwa tubuh anda kini di kelilingi lingkaran = gelang api yang berkobar-kobar membentuk benteng pertahanan dan siap melindung keselamatan anda dari segala bentuk ancaman jahat…
  3. Kemudian lepas nafas hentak, sambil menarik kedua telapak tangan anda menggenggam rapat di samping pinggang …
  4. Sedangkan Ajian Gelang-Gelang yang digunakan untuk Pukulan dan Kuncian dapat anda pelajari gerakan jurusnya di postingan terdahulu

CATATAN :

Bacaan Sholawat Munjiat adalah sebagai berikut  :

“ Allohumma sholli ‘ala syaiyida muhammad
wa’ala ali syaiyidina muhammad
sholatan tunjina biha min jami’il ahwali wal afat
wataqdilana biha jami’il hajat
watutohhiruna biha min jami’is syai yiat
watarfa’una biha a’lad darojat
watuballi ghuna biha aqshol ghoyat
min jami’il khoiroti fil hayati waba’dal mamat”

artinya :
Wahai Tuhanku, limpahkanlah rahmat kepada junjungan kita Nabi Muhammad saw dan keluarganya..
Semoga dengan itu Engkau selamatkan kami dari segala macam bencana dan musibah …
Engkau tunaikan segala hajat kami, Engkau hindarkan kami dari segala kejahatan …
Engkau tingkatkan derajat kami, dan engkau sampaikan tujuan kami baik dalam hidup kami atau sesudah mati kami”.

Demikian keterbatasan kemampuan yang dapat penulis persembahkan, sekiranya dengan harapan agar jerih payah ini memiliki manfaat bagi para pencari jatidiri sejati …
Atas kurang lebihnya semoga dimaafkan …
Wasallaam …..




====================================
CATATAN REDAKSI:

Siapapun boleh mengirim artikel ke dalam blog Kampus Orang samar ini.
kirimkan artikel anda via http://eyangsamar.com/kirim-artikel
(otomatis masuk postingan blog ini)

untuk promosi Gemblengan / BAKTI SOSIAL / dll silakan kirim ke [email protected]
HARAP HATI-HATI TERHADAP PENIPUAN OKNUM YANG TIDAK BERTANGGUNGJAWAB .

Salam rahayu.
TTD
Eyang Samar Atas Angin
(Pendiri KOS)



AJIAN SERAT BUTO AGNI (Bagian 2)

Salam Persahabatan…
Berikut ini merupakan lanjutan dari postingan terdahulu tentang : “Ajian Serat Buto Agni” bagian pertama.
Seperti yang telah dijelaskan pada beberapa minggu yang lalu, bahwa dalam tahapan memepelajari ajian di tingkat menengah ini merupakan tolak ukur dari keberhasilan kita dalam mempelajari berbagai ajian dalam Ilmu Olah Kanuragan Tingkat Tinggi…
Langsung saja, bagaimana cara mempelajari Ajian di tingkat ini secara sempurna :
  1. Sediakan waktu khusus untuk lelaku berpuasa mutih selama 7 hari berturut-turut tanpa putus …
  2. Bila ada 1 hari saja mengalami kegagalan maka harap diulang kembali untuk mengerjakan lelaku dari awal …
  3. Awali lelaku tersebut tepat hari “Senin Legi”  dengan terlebih dahulu untuk lelaku sesuci dhahir dan bathin pada hari Minggu tepat pukul 12 malam …
  4. Lelaku  sesuci dhahir dengan mandi besar (jinabat) dengan sempurna …
  5. Kemudian lanjutkan secara langsung dengan mengerjakan sesuci bathin dengan 2 atau 4 rokaat sholat sunah hajat …
  6. Setelah selesai dan masih dalam duduk majelisan untuk membaca amalan wirid seperti berikut :
  7. Bacaan Istighfar secara khusyu sebanyak 1.000 x ulangan …
  8. Bacaan Haulqaulah dengan kemantapan iman sebanyak 1.000 x ulangan …
  9. Bacaan Tahlil sebanyak 1.000 x ulangan …
  10. Dilanjutkan dengan membaca Sholawat Nabi sebayak 1.000 x ulangan …
  11. Baca do’a ajian dengan sungguh-sungguh 7 x ulangan di dalam hati sambil menahan sistem pernafasan anda dalam setiap 1 x bacaan …
  12. Setelah selesai, tiupkan pernafasan anda melalui mulut ke arah dua telapak tangan anda yang tengadah di depan wajah sebanyak 3x… lalu dilanjutkan dengan menyapukannya hingga merata dari ujung rambut hingga ujung jari kaki anda …
  13. Kemudian berdo’a untuk memohon karunia, barokah, dan maunah dalam mengamalkan Ilmu Ajian tersebut dengan sungguh-sungguh …
  14. Teruskan untuk makan sahur secukupnya secara mutih (menghindari makanan berunsur hewani) … Begitu pula ketika tiba waktu berbuka …
  15. Kerjakan urutan lelaku dari No. 5 hingga 14 selama 7 hari berturut-turut …
  16. Do’a ajian wajib diwirid pula  sebanyak 7x ulangan ketika anda selesai mengerjakan ibadah sholat wajib …
  17. Khusus di hari lelaku tahap akhir (hari ke 7) untuk tidak tidur semalaman suntuk hingga terbit fajar di hari berikutnya …
  18. Bila keseluruhan lelaku tersebut dapat anda kerjakan secara benar maka jangan diragukan dan heran apabila dalam diri anda menyimpan kekuatan yang sangat dahsyat dan tidak boleh sembarangan untuk digunakan ….

DO’A AJIAN YANG DIBACA :

“Bismillahir rahmanir rahiim ….
Ingsun meguru ….
Marang Dzat Suci rajoning pati …
Marang Sir rajoning sesiku …
Badan ingsun lebur dadi awu …
Sukma ingsun nyunyut dadi banyu …
Wewayangan ingsun nur mustika  …
Kinemulan para nabi – wali …
Sinebut jagone dewata …
Karana Allah Ta ‘ala ….. “

Demikian sedikit keterbatasan yang dapat penulis persembahkan…
Semoga tulisan yang sederhana ini memiliki manfaat bagi kita semua para pencari jatidiri sejati …
Lain waktu dapat disambung di Ajian Serat Jiwa Tingkat Ke 7 ….
Wasallam ….



====================================
CATATAN REDAKSI:

Siapapun boleh mengirim artikel ke dalam blog Kampus Orang samar ini.
kirimkan artikel anda via http://eyangsamar.com/kirim-artikel
(otomatis masuk postingan blog ini)

untuk promosi Gemblengan / BAKTI SOSIAL / dll silakan kirim ke [email protected]
HARAP HATI-HATI TERHADAP PENIPUAN OKNUM YANG TIDAK BERTANGGUNGJAWAB .

Salam rahayu.
TTD
Eyang Samar Atas Angin
(Pendiri KOS)



AJIAN SELIMUT SIREP JALMA

Berikut ini merupakan Ajian yang berfungsi membuat perlindungan diri sebagai usaha preventif ketika kita hendak berangkat tidur… Dalam artian, ajian ini berfungsi efektif untuk membuat pagaran/selimut ghaib pada diri kita agar terhindar dari serangan  berbentuk ghaib maupun nyata yang di lakukan oleh tangan-tangan jahat ketika di malam hari.
Sebab, di waktu malamlah niat dari tangan-tangan jahat tersebut dapat leluasa menghembuskan “buhul-buhul” keangkaramurkaan di muka bumi ini… (seperti di sinyalir dalam Firman Allah dalam Q.S An-Naas dan Al-Falaq). Waktu malam (sirep jalma) adalah saat setiap manusia tengah terlena oleh tidur lelapnya karena kelelahan sehabis bekerja…
Tidak ada salahnya bila ajian yang satu ini menjadi “Pegangan” bagi setiap calon pendekar dan Jawara dalam membentengi dirinya. Ajian ini ditujukan untuk memberikan perlindungan yang efektif ketika kita dalam keadaan yang “kurang waspada”.
CARA MEMPELAJARI :
  1. Sediakan waktu khusus untuk menjalani lelaku Ajian Selimut Sirep Jalma tersebut cukup 1 hari saja dengan berpuasa mutih. Pilihlah di hari Senin ataupun Kamis. Lebih afdhol (= utama/Mujarab) bila dapat anda riyadhoi pada hari Selasa Kliwon ataupun tepat pada hari kelahiran anda sesuai dengan weton-pasaran kalender Jawa.
  2. Awali sebelumnya dengan lelaku sesuci dhahir dan bathin dengan mandi keramas tepat pada pukul 12 malam…
  3. Dilanjutkan dengan mengerjakan 2 rokaat sholat hajat.
  4. Setelah salam dan berdo’a, masih dalam duduk majelisan bacalah do’a ajian sebanyak bilangan usia anda. Setiap 1x bacaan do’a usahakan dibaca tanpa bernafas…
  5. Setelah selesai keseluruhan rangkaian pembacaan do’a ajian lanjutkan dengan berdo’a dengan Do’a Selamat berikut ini :
“BISMILLAHIR RAHMANIR RAHIIM….
ALLAHUMMA INNAA NAS ALUKA SALAAMATAN FIDDIINII, WA AFIATAN FIL JASADI WAZIADATAN FIL ‘ILMI WA BAROKATAN FIR RIZQI, WA TAUBATAN QABLAL MAUT, WARAHMATAN INDAL MAUUT, WA MAGHFIRATAN BA’DAL MAUUT…
ALLHUMMA HAWWIN ‘ALAINAA FI-SAKARAATIL MAUTI WAN NAJAATA MINAN NAR. WAL ‘AFWA INDAL HISAAB. RABBANAA LAA TUZIGH QULUBANAA MIN LADUNKA RAHMATAN INNAKA ANTAL WAHHAB…
RABBANA AATINA FII DUNYAA HASANATAN WAFIL AKHIRATI HASANATAN WAQINAA ADZAABAN NAAR…”
6. Dilanjutkan untuk makan sahur secukupnya secara “mutih”. Kemudian tidurlah hingga tiba waktunya sholat Subuh tiba.
7. Akhiri waktu lelaku puasa anda seperti halnya puasa di bulan Ramadhan….
8. Do’a ajian harus dibaca setiap waktu akan berangkat tidur. Insya Allah, anda akan selalu dilindungi oleh kekuatan ghaib yang bersumber dari-Nya.
DO’A AJIAN YANG DIBACA :
“BISMILLAHIR RAHMANIR RAHIIM…
INGSUN AMATEK AJI SELIMUT SIREP JALMA….
KANIYATAN INGSUN AREP TURU…
KASURKU SEGORO…
KEMULKU MEGO…
BANTALKU BAYA PUTIH…
NGISORKU MACAN PUTIH…
KIWO-TENGENKU MALAEKAT SATUS PATANG PULUH…
SAMONGSO ONO WONG GAWE PIOLO…
INGSUN GUGAHEN…
BAKALAN KASEBET PECUT’TE GUSTI ALLAH….”
Demikian sedikit kemampuan yang dapat penulis persembahkan…, semoga kurang-lebihnya dapat memiliki manfaat bagi mereka yang membutuhkannya….
Wasallaam…




====================================
CATATAN REDAKSI:

Siapapun boleh mengirim artikel ke dalam blog Kampus Orang samar ini.
kirimkan artikel anda via http://eyangsamar.com/kirim-artikel
(otomatis masuk postingan blog ini)

untuk promosi Gemblengan / BAKTI SOSIAL / dll silakan kirim ke [email protected]
HARAP HATI-HATI TERHADAP PENIPUAN OKNUM YANG TIDAK BERTANGGUNGJAWAB .

Salam rahayu.
TTD
Eyang Samar Atas Angin
(Pendiri KOS)



AJIAN INTI MATAHARI

Salam Persahabatan.
Dalam kesempatan kali ini penulis akan mengetengahkan sebuah Ilmu Kanuragan yang tak kalah hebatnya untuk dijadikan pegangan ataupun simpanan bagi siapa saja yang gemar menggeluti olah kanuragan.

Ajian Inti Matahari, yang memiliki fungsi sebagai ajian Penakluk dari segala sifat angkara murka baik yang dimiliki bangsa manusia maupun bangsa Siluman.

Ajian ini sifatnya sangat applikatif apabila digabungkan dengan jurus-jurus dari Ilmu Tenaga Dalam. Pukulan jurus Tenaga Dalam yang apabila dilambari dengan ajian tersebut akan sangat membahayakan.

Untuk itu, bagi mereka yang telah mampu menguasai Ilmu Tenaga Dalam sekaligus mampu menggabungkan kekuatan dari ajian ini hendaknya selalu berhati-hati dan bijaksana dalam penggunaannya.

CARA MEMPELAJARI :

1. Sediakan waktu khusus selama 3 hari dengan hitungan jumlah neptunya 40 untuk mengerjakan lelaku puasa mutih dengan menghindari waktu berbuka dan sahur dengan makanan yang mengandung unsur hewani.

2. Lebih mudah apabila anda memilih hari “Anggoro Kasih” tepatnya pada hari Selasa Kliwon, Rebu Legi, dan Kamis Pahing.

3. Sebelum lelaku tepat menjelang akan makan sahur untuk niatan lelaku puasa pada keesokan harinya. Kerjakan sesuci lahir-bathin terlebih dahulu dengan mandi besar tepat pada pukul 12 malam…

4. Setelah itu kerjakan 2 rokaat sholat hajat dan membaca do’a amalan ajian sebanyak 5-7x ulangan bacaan dengan :
a). Pada waktu menarik nafas baca = Basmalah
b). Saat menahan nafas baca = do’a ajian dengan penuh penghayatan dan konsentrasi tinggi…
c). Ketika melepas nafas baca = Laa Khaula Wala Quwwata Illa Billahi ‘Aliyyil ‘adhima…
Begitu seterusnya hingga 5 sampai 7 kali pengulangan. Setelah itu berdo’alah kepada Allah agar anda diberi kemudahan untuk dapat menyelesaikan lelaku puasa mutih guna memegang amanat Ajian Inti Matahari…

5. Pembacaan do’a ajian agar selalu diamalkan pembacaannya setiap selesai mengerjakan sholat wajib (lima waktu).

6. Dan kerjakan ketika masa lelaku tersebut pada setiap selesai mengerjakan waktu Sholat Subuh untuk keluar dari rumah dan berdiri menghadap ke arah Timur dan memandang matahari terbit tanpa berkedip sambil membaca do’a amalan ajian sebanyak-banyaknya…Hingga tepat pada pukul 07.00 anda diperbolehkan untuk mengakhirinya…

7. Khusus dihari ke-tiga masa lelaku, anda wajib untuk tidak tidur semalaman suntuk hingga tiba disaat pelaksanaan ritual harian anda untuk memandang matahari terbit terselesaikan…

8. Untuk tahap selanjutnya, anda tinggal merawatnya dengan selalu ber-istiqomah untuk pembacaan amalannya di setiap hari minimal 5x ulangan pada waktu Subuh atau Maghrib…

PENERAPAN APPLIKASI AJIAN :

Adapun penerapan dari Ajian Inti Matahari tersebut dapat digabungkan melalui :
1. Pukulan jurus-jurus Tenaga Dalam, untuk beladiri perlindungan…

2. Tatapan pandangan mata, baik nafas sorot maupun hisap untuk menetralisir kekuatan yang disombongkan lawan yang berniat jahat kepada anda…

3. Hentakan suara (Petak), untuk menggetarkan sekaligus melumpuhkan nyali maupun niatan jahat dari lawan…

DO’A AJIAN YANG DIAMALKAN :

“BISMILAAHIR RAHMANIIR RAHIIM….
NIYAT INGSUN AMATEK AJI INTI MATAHARI…
INTI ENERGI SEJATI…
MURUB TANPA CAHYO…
PANAS TANPA GENI…
KANG MBASMI SAKEHING HANGKORO MURKO…
LAA KHAULA WALAA QUWWATA ILLA BILLAHI ‘ALIYYIL ‘ADHIIM …”

Demikian sedikit kemampuan yang dapat penulis persembahkan kehadirat para sahabat setia Blog kampus orang samar semuanya. Semoga bermanfaat bagi keselamatan kita, anda dan mereka…
Dilain kesempatan akan kita sambung dengan postingan terbaru… Selamat mencoba dan Salam Persahabatan selalu fii duniah wal akherat…



====================================
CATATAN REDAKSI:

Siapapun boleh mengirim artikel ke dalam blog Kampus Orang samar ini.
kirimkan artikel anda via http://eyangsamar.com/kirim-artikel
(otomatis masuk postingan blog ini)

untuk promosi Gemblengan / BAKTI SOSIAL / dll silakan kirim ke [email protected]
HARAP HATI-HATI TERHADAP PENIPUAN OKNUM YANG TIDAK BERTANGGUNGJAWAB .

Salam rahayu.
TTD
Eyang Samar Atas Angin
(Pendiri KOS)



AJIAN COCAK IJO KATEGUHAN

Salam Persahabatan…
Dalam jagat ilmu kanuragan dan kebathinan di dunia persilatan Nusantara mundur beberapa ratus abad yang lalu…
Dikenal nama sebuah ilmu kanuragan yang kesohor dengan sebutan Ajian Cocak Ijo. Ajian ini diperuntukkan dalam menggembleng jiwa kesatriya dan keprajuritan agar supaya tangguh, berwibawa dan pilih tanding (sakti mandraguna) maka pagelaran siraman Ajian Cocak Ijo di berikan oleh para Senapati dan Punggawa di jaman kerajaan, baik di masa Majapahit, Demak, Pajang, bahkan di masa kejayaan kerajaan Mataram Islam.
Hingga konon pada masa itu, Ajian Cocak Ijo memiliki berbagai macam bentuk tujuan dan kegunaan, seperti Ajian Cocak Ijo yang diperuntukkan utuk Kewibawaan, pengasihan, bahkan untuk kekebalan sekalipun.
Dalam kesempatan kali ini, penulis persembahkan salah satu dari “sempalan” Ajian Cocak Ijo yang sangat baik bila ditujukan untuk menggembleng dan menempa jatidiri (Kateguhan) baik jiwa maupun raga dengan persyaratan lelaku yang tidak memberatkan.
Dengan lelaku tersebut, fa-insyaallah secara langsung maupun tidak langsung anda telah membangkitkan ataupun mengisi “Kekuatan Maha Dahsyat” yang tersembunyi di bawah kesadaran bathin anda yang sewaktu-waktu dapat anda bangunkan kehebatannya.
Adapun lelaku yang harus dikerjakan adalah sebagai berikut :
  1. Setiap hari Jum’at secara rutin (istiqomah) sesuci mandi besar di pagi hari tepat ketika terbit fajar menjelang saat imsak…
  2. Diperbolehkan dengan tambahan bunga tujuh rupa agar menambah ke-khusukan sesuci anda…
  3. Lebih afdhol bila sesuci dengan mandi besar tersebut dilakukan langsung di bawah gerojokan air yang mengalir (air terjun), dengan duduk bersila sikap sembah pasrah menghadapkan hati kehadirat Tuhan Yang Maha Kuasa…
  4. Kerjakan lelaku sesuci tersebut sambil diiringi pembacaan do’a ajian di dalam hati sebanyak 7x ulangan…
Adapun Do’a Ajian Yang Wajib Dibaca setiap sesuci di hari Jum’at :
“Bismillahir rahmanir rahiim….
Sun matek ajiku Cocak Ijo…
Badanku Kencana….
Sukmaku Inten Setyo Rohing Rosulullah…
Laa Khaula Walaa Quwwatta Illah Billahi ‘Alliyyil Azhima…”
Dalam pengaplikasiannya dapat anda gabungkan dengan penerapan ilmu beladiri fisik, maupun lambaran tenaga dalam…
Demikian sedikit kemampuan yang dapat penulis persembahkan dan semoga bermanfaat bagi mereka yang gemar mengasah jati diri…
Wassallaam…




====================================
CATATAN REDAKSI:

Siapapun boleh mengirim artikel ke dalam blog Kampus Orang samar ini.
kirimkan artikel anda via http://eyangsamar.com/kirim-artikel
(otomatis masuk postingan blog ini)

untuk promosi Gemblengan / BAKTI SOSIAL / dll silakan kirim ke [email protected]
HARAP HATI-HATI TERHADAP PENIPUAN OKNUM YANG TIDAK BERTANGGUNGJAWAB .

Salam rahayu.
TTD
Eyang Samar Atas Angin
(Pendiri KOS)



AJI PANGABARAN MLIWIS PUTIH

Salam Persahabatan….
Berikut ini merupakan sempalan lain dari Ajian Pangabaran yang menghiasi jagat persilatan yakni Ajian Pangabaran Mliwis Putih (versi lain dari Ajian Mliwis Putih)
Seperti halnya khasiat ajian Pangabaran sudah tidak perlu lagi penulis sebutkan karena sudah terpostingkan beberapa bulan yang lalu.
Adapun supaya dapat memiliki kemampuan ajian ini diperlukan beberapa lelaku sebagai berikut :
  1. Kerjakan lelaku puasa sunnah mutih pada hari Senin dan Kamis dengan kewajiban setiap akan memulai berpuasa untuk….
  2. Sesuci terlebih dahulu dari kotoran dhahir maupun bathin tepat pada pukul 12 malam dengan mengerjakan :
  • Mandi jinabat-an (besar)
  • Dilanjutkan mengerjakan 2 rokaat sholat sunnah hajat
  • Mengamalkan 11x ulangan pembacaan do’a ajian dengan sungguh-sungguh
  • Dan diakhiri dengan do’a permohonan kepada Allah SWT, agar niat anda dalam menempuh riyadoh (lelaku) diberikan hidayah…
  • Kemudian makan sahur dengan cara “mutih”, menghindari makanan yang ber-unsur hewani dan garam (“ngasrep”). Begitu pula ketika anda berbuka puasa dengan cara yang sama.
  • Cara ataupun pola makan tersebut harus anda teruskan hingga tiba Lelaku puasa di hari Kamis. Selebihnya anda dapat kembali pada pola/cara makan seperti biasa…
  • Sedangkan do’a ajian harus pula di-amalkan setiap anda selesai melaksanakan ibadah sholat wajib sebanyak 3x ulangan…
Do’a Ajian yang wajib diamalkan adalah sebagai berikut :
 
“Shallalahu alaihi wasallam…
Ajiku si Mliwis Putih…
Ilat pamor swaraku gelap sayuta…
Mripat kaca benggala…
Wulu tembaga…
Adriji supit wesi pulosari…
Dlamakanku rajek wesi…
Plangkringanku angin…
Pangiringku jagad…
Heh si Mliwis Putih….
Cucukanan piatukana…
Tladungana kabeh satruningsun…
Lebur luluh saking kersaning Gusti Allah….
La illaha ilallah Muhammad Rasulullaah….”
Demikian sedikit kemampuan yang dapat penulis persembahkan, semoga sedikit-banyak memiliki manfaat bagi mereka yang membutuhkan….
Wasallaam…




====================================
CATATAN REDAKSI:

Siapapun boleh mengirim artikel ke dalam blog Kampus Orang samar ini.
kirimkan artikel anda via http://eyangsamar.com/kirim-artikel
(otomatis masuk postingan blog ini)

untuk promosi Gemblengan / BAKTI SOSIAL / dll silakan kirim ke [email protected]
HARAP HATI-HATI TERHADAP PENIPUAN OKNUM YANG TIDAK BERTANGGUNGJAWAB .

Salam rahayu.
TTD
Eyang Samar Atas Angin
(Pendiri KOS)



Dunia Makhluk Halus

Dunia Makhluk Halus


Masyarakat yang tinggal disekitar gunung masih percaya akan adanya mahkluk halus yang tinggal di hutan-hutan, mata air, batu besar, pohon besar, kawah, dan puncak gunung. Penduduk sekitar gunung Merapi yakin bahwa puncak Merapi adalah istana mahluk halus.

Pasar bubrah adalah pasarnya bangsa mahkluk halus. Watu gubug di Gn.Merbabu adalah pintu gerbang menuju kerajaan Gaib. Di puncak gunung Gede terdapat lapangan luas yang konon pendaki yang berkemah di sana sering mendengar derap kaki kuda atau melihat istana.

Di Ranu Kumbolo didekat gn Semeru para pendaki yang berkemah sering melihat hantu wanita muncul dari tengah danau. Peristiwa-peritiwa gaib sering dialami para pendaki hampir di seluruh gunung-gunung yang terkenal dengan keangkerannya. Para pendaki sering diingatkan oleh masyarakat setempat, petugas, maupun peraturan yang jelas-jelas berisi pantangan-pantangan yang berhubungan dengan makhluk halus penghuni gunung yang bersangkutan.

Untuk mendaki Gn. Agung di Bali pendaki dilarang membawa makanan yang mengandung daging sapi. Beberapa peraturan mistik di gunung yang umum berlaku misalnya pendaki wajib minta ijin (permisi) ketika melewati tempat-tempat tertentu, mau beristurahat, mau buang air. Dilarang mengenakan pakaian berwarna merah atau hijau, dilarang mendaki bagi wanita yang datang bulan. Larangan mendaki gunung Sundoro pada hari jawa Wage dan Selasa Kliwon. Larangan mendaki gunung Agung pada hari besar agama.
Terlepas dari percaya atau tidak percaya, seorang pendaki yang sopan harus tetap mengikuti perturan-peraturan masyarakat setempat. Tidak ada salahnya kita menghormati kepercayaan masyarakat setempat, juga guna menghindari terjadinya hal-hal yang tidakdiinginkan. Akibat buruk yang terjadi biasanya, pendaki akan linglung kehilangan arah sehingga akan berputar- putar di suatu tempat,
bisa jadi akan kesurupan, atau akan berjumpa dengan hal-hal yang aneh, bisa juga mengakibatkan kecelakaan yang fatal.
Di tengah danau Ranu Kumbolo di tengah malam bulan purnama, sering muncul penampakan Dewi Penunggu danau, yang berupa gumpalan kabut tebal yang berputar-putar dan berubah menjadi seorang wanita.

Mahkluk Halus menurut masyarakat Jawa, dimana gunung-gunung nya masih dianggap angker, dapat dibagi menjadi beberapa golongan yakni:

    1. Roh Leluhur adalah roh semua orang yang sudah meninggal dunia. Orang percaya bahwa waktu manusia meninggal dunia, jiwanya akan melayang-layang di atas rumahnya selama empat puluh hari. Setelah itu jiwanya akan mendiami sesuatu tempat menurut kepercayaan orangnya. Biasanya orang percaya bahwa roh leluhur bersifat baik dan akan menjaga anak cucunya.
    2. Dhanhyang adalah mahluk halus yang tertinggi dan biasanya mendiami tempat seperti gunung, sumber mata air, sungai, desa, mata angin atau bukit. Mahluk halus ini bersifat baik dan suka menolong manusia. Dhanhyang seringkali dianggap sebagai Roh Pelindung.
  1. Dhemit adalah Roh Sakti yang mendiami tempat-tempat angker yang biasa disebut punden, seperti reruntuhan candi kecil, pohon beringin, makam tua, mata air yang tersembunyi, batu besar, dll. Dhemit sering dimintai pertolongan oleh manusia yang biasanya meminta kekayaan, kesehatan, kesembuhan, keturunan, keselamatan, pengasihan. Biasanya disertai dengan selamatan sederhana berupa nasi tumpeng, ayam, kue, dan bunga.
  2. Tuyul adalah Mahkluk Halus ini yang berujud anak kecil yang telanjang bulat dan berkuncung di kepalanya, dan berkelakuan seperti anak kecil yang bandel. Untuk mencari Tuyul dapat dilakukan dengan bersemedi di tempat-tempat angker. Memeliharanya tidak terlalu sulit, cukup dengan menyediakan tempat tidur dan memberi makanan pada saat petang.
  3. Lelembut adalah Mahluk halus yang sering menggangu, merusak, membuat sakit dan mematikan manusia. Lelembut seringkali merasuki orang sehingga membuatnya sakit, gila, bahkan meninggal, lewat badan seseorang inilah Lelembut dapat menyampaikan kemauannya. Kerasukan Lelembut dapat dibedakan menjadi beberapa jenis; kesurupan, kampir-kampiran, kampel-kampelan, setanan, kejiman (keinan) dan kemongmong. Salah satu cara melepaskan Lelembut dengan memanaskan kaki pada api unggun.
  4. Memedi sering kali menampakkan wujudnya dan suka menakut-nakuti manusia. Ada banyak mahkluk halus yang termasuk dalam jenis Memedi, yaitu: Banaspati, Jin, Wewe, Gendruwo, Peri, Jrangkong, Wedon, Buta, Thethekan dan Gundhul Pringis. Jrangkong berujud kerangka tulang manusia. Wedon berupa mayat berbalut kain kafan. Banaspati mahkluk halus yang berjalan dengan kedua tangannya, sambil mulutnya menyemburkan api, wajahnya terletak pada tempat alat kelamin. Sundel Bolong berujud wanita cantik yang punggungnya bolong tertutup rambut panjang, suka merayu lelaki, setelah berkencan testis si lelaki akan dipencet atau dikebiri. Gendruwo sering berubah ujud menjadi manusia, menyamar sebagai seorang suami dan menggauli seorang wanita (istri yang sedang ditinggal suaminya). Gendruwo senang berada di tempat-tempat yang gelap, gang sempit dan buntu, dan WC umum.
Konon kemunculan Nyi Roro Kidul dari Istana Pantai Selatan menunggang kereta kuda kencana, diiringi pasukan berkuda dari dasar samudera. Mata biasa hanya akan melihat kemunculannya sebagai ombak tsunami. Pendaki yang sering menginap di Alun-alun Surya Kencana juga sering mendengar derap kuda pasukan Pangeran Surya Kencana. Bila pendaki mendengar suara kuda sebaiknya jangan dihiraukan, namun bila pendaki semakin penasaran dan ingin mendengar suara kuda lebih jelas, maka akan muncul penampakan kuda-kuda, selanjutnya para pasukan Pangeran Surya Kencana akan menampakkan diri di atas kuda-kuda tersebut. Bila hal ini terjadi maka pendaki tersebut akan terbawa ke alam gaib.

Di dunia ini sebenarnya memiliki tujuh macam alam kehidupan, termasuk alam yang dihuni oleh manusia. Masing-masing Alam ditempati oleh bermacam- macam mahkluk. Mahkluk-mahkluk dari tujuh alam tersebut, pada prinsipnya mereka mengurusi alamnya masing-masing, aktivitas mereka tidak bercampur, setiap alam mempunyai urusannya masing-masing. Dari tujuh alam itu hanyalah alamnya manusia yang mempunyai matahari dan penduduknya yang terdiri dari manusia, binatang dan lain-lain mempunyai badan jasmani.

Penduduk dari 6 alam yang lain mereka mempunyai badan dari cahaya ( badan Cahya ) atau yang secara populer dikenal sebagai mahkluk halus, mahkluk yang tidak kelihatan. Di 6 alam itu tidak ada hari yang terang berderang karena tidak ada matahari. Keadaannya seperti suasana malam yang cerah dibawah sinar bulan dan bintang-bintang yang terang, maka itu tidak ada sinar yang menyilaukan seperti sinar matahari atau bagaskoro ( Jawa halus )

Ada 2 macam mahkluk halus yakni Mahkluk halus asli yang memang dilahirkan sebagai mahkluk halus, dan Mahkluk halus yang berasal dari manusia yang telah meninggal. Seperti juga manusia ada yang baik dan jahat, ada yang pintar dan bodoh. Mahkluk-mahkluk halus yang asli mereka tinggal di dunianya masing-masing, mereka mempunyai masyarakat maka itu ada mahkluk halus yang mempunyai kedudukan tinggi seperti Raja-raja, Ratu-ratu, Menteri-menteri dll, sebaliknya ada yang berpangkat rendah seperti prajurit, pegawai, pekerja dll.

Alam Gaib atau Alam Mahkluk Halus yang tidak kelihatan oleh mata manusia biasa:

    1. Merkayangan Kehidupan di saluran ini hampir sama seperti kehidupan di dunia manusia, kecuali tidak adanya sinar terang seperti matahari. Dalam dunia merkayangan mereka merokok, rokok yang sama seperti dunia manusia, membayar dengan uang yang sama, memakai macam pakaian yang sama, ada banyak mobil yang jenisnya sama di jalan-jalan, ada banyak pabrik-pabrik persis seperti di dunia manusia. Yang mengherankan adalah, mereka itu memiliki tehnologi yang lebih canggih dari manusia, kota-kotanya lebih modern ada pencakar langit, pesawat-pesawat terbang yang ultra modern dll. Ada juga hal-hal yang mistis di dunia Merkayangan ini, kadang-kadang bila perlu ada juga manusia yang diundang oleh mereka antara lain untuk : melaksanakan pertunjukkan wayang kulit, menghadiri upacara perkawinan, bekerja di batik, rokok dan manusia-manusia yang telah melakukan pekerjaan di dunia tersebut, mereka itu dibayar dengan uang yang syah dan berlaku seperti mata uang di dunia ini.
  1. Siluman Mahkluk halus ini tinggal didaerah yang ber air seperti di danau-danau, laut , samudera dll, masyarakat siluman diatur seperti masyarakat jaman kuno. Mereka mempunyai Raja, Ratu, Golongan Aristokrat, Pegawai-pegawai Kerajaan, pembantu-pembantu, budak-budak dll. Mereka itu tinggal di Keraton-keraton, rumah-rumah bangsawan, rumah-rumah yang bergaya kuno dl.
Kalau orang pergi berkunjung ke Yogyakarta atau jawa Tengah, orang akan mendengar cerita tentang beberapa siluman antara lain : Kanjeng Ratu Kidul – Ratu Laut Selatan, Ratu legendaris, berkuasa dan amat cantik, yang tinggal di istananya di Laut Selatan, dengan pintu gerbangnya Parangkusumo. Parangkusumo ini terkenal sebagai tempat pertemuan antara Panembahan Senopati dan Kanjeng Ratu Kidul, dalam pertemuan itu, Kanjeng Ratu Kidul berjanji untuk melindungi semua raja dan kerajaan Mataram. Beliau mempunyai seorang patih wanita yang setia dan sakti yaitu Nyai Roro Kidul, kerajaan laut selatan ini terhampar di Pantai Selatan Pulau Jawa, di beberapa tempat kerajaan ini mempunyai Adipati. Seperti layaknya disebuah negeri kuno di kerajaan laut selatan ini juga ada berbagai upacara, ritual dll dan mereka juga mempunyai angkatan perang yang kuat.
    1. Sarpo Bongso-Penguasa Rawa Pening. Sebuah danau besar yang terletak di dekat kota Ambarawa antara Magelang dan Semarang. Sarpo Bongso ini siluman asli, yang telah tinggal di telaga itu untuk waktu yang lama bersama dengan penduduk golongan siluman. Sedangkan kanjeng Ratu Kidul bukanlah asli siluman, beberapa abad yang lalu beliau adalah seorang Gusti dikerajaan di Jawa, tetapi patihnya Nyai Roro Kidul adalah siluman asli sejak beberap ribu tahun yang lalu.
    1. Kajiman Mereka hidup di rumah-rumah kuno di dalam masyarakat yang bergaya aristokrat, hampir sama dengan bangsa siluman tetapi mereka itu tinggal di daerah-daerah pegunungan dan tempat- tempat yang berhawa panas. Orang biasanya menyebut merak Jim.
    2. Demit Bangsa ini bertempat tinggal di daerah-daerah pegunungan yang hijau dan lebih sejuk hawanya, rumah-rumah mereka bentuknya sederhana terbuat dari kayu dan bambu, mereka itu seperti manusia hanya bentuk badannya lebih kecil. Di samping masyarakat yang sudah teratur seperti Merkayangan, Siluman, Kajiman, dan Demit
  1. Masih ada lagi dua Alam lainnya, secara singkat kedua masyarakat alam itu adalah untuk mereka yang jujur, suci dan bijak. Mahkluk halus yang tidak sempurna Disamping tujuh macam alam permanen tersebut, ada sebuah saluran yang terjepit, dimana roh-roh dari manusia-manusia yang jahat menderita karena kesalahan yang telah mereka perbuat pada masa lalu, ketika mereka hidup sebagai manusia. Suara desisan di puncak-puncak gunung adalah suara roh-roh yang sedang menderita siksaan.

Hubungan Manusia dan Makhluk Halus

Selamatan sering diadakan untuk menghormati dan sebagai rasa terima kasih kepada roh leluhur misal upacara Bersih Desa. Setiap 1 Suro beberapa masyarakat gunung sering memberi sesaji keselamatan berupa kepala kerbau yang ditanam di puncak atau di kawah. Upacara Ritual di Gunung BromoSesaji kepada roh leluhur masyarakat Bromo terkenal dengan upacara Yadnya Kasada. Manusia juga sering memberi sesaji kepada mahkluk halus agar terhindar dari berbagai gangguan, sesaji pada umumnya berupa makanan, minuman, bunga, uang, rokok, kadang pakaian, ada juga yang memberi sesaji minuman keras yang memabokkan.

Untuk menghindari gangguan Makhluk Halus kadang manusia membuat rintangan dengan membuang buah-buahan yang berbau busuk atau bau-bauan lain yang tajam. Manusia juga sering minta pertolongan mahluk halus di gunung-gunung tertentu, untuk berbagai keperluan misal minta keselamatan, kekayaan, kenaikan pangkat, penglarisan, jodoh, dll. Mahkluk halus yang baik sering memberi pertolongan kepada pendaki gunung yang tersesat dengan menyamar menjadi binatang misalnya burung. Di gunung Sumbing konon pendaki yang ketinggalan temannya akan ditemani oleh sesosok orang yang sebaya dengan pakaian putih.

Ada sembilan macam mahkluk halus yang katanya, suka menolong “ manusia supaya menjadi kaya dengan kekayaan meterial yang berlimpah (Pesugihan). Pemujaan terhadapkesembilan mahkluk jahat itu merupakan kesalahan fatal, mereka itu bila dilihat dengan mata biasa kelihatan seperti :Argodalem di puncak Gunung Lawu

  1. Jaran Penoreh atau kuda yang kepalanya menoleh kebelakang
  2. Srengara Nyarap atau anjing menggigit
  3. bulus Jimbung atau Bulus yang besar
  4. Kandang Bubrah atau kandang yang rusak
  5. Umbel Molor atau ingus yang menetes
  6. Kutuk Lamur atau sebagsa ikan yang penglihatannya tidak terang
  7. Gemak Melung atau burung gemak yang berkicau
  8. Codot Ngising atau kelelawar berak
  9. Bajul Putih atau buaya putih

Beberapa gunung terkenal sebagai tempat untuk mencari Pesugihan (kekayaan), pangkat, penglarisan, dll. Hal ini biasanya terjadi karena dahulunya di gunung tersebut terdapat tempat- tempat yang pernah dihuni, dipakai bertapa, atau tempat mokswa tokoh-tokoh terkenal. Mokswa adalah tingkatan kesempurnaan hidup yang tertinggi dimana manusia menghilang bersama roh dan raganya.

Mahkluk halus yang jahat sering kali mengganggu manusia, menculik manusia, membuat orang sakit, bahkan bisa membuat orang meninggal. Kehadiran Mahluk halus biasanya ditandai dengan adanya bau misalnya; campuran bau badeg, bacin dan langu; bau rebusan kentang bercampur bawang merah busuk; atau bau wangi yang merangsang hidung. Kehadiran Mahkluk Halus kadang ditandai dengan bertiupnya udara dingin yang membuat bulu kuduk berdiri atau udara berasap semacam kabut. Gejala alam yang muncul kadang menjadi tanda kehadiran mahkluk halus, seperti angin kencang, petir, cahaya, bayangan, api, dll. Seringkali mahkluk halus hanya kedengaran suaranya tanpa ujud.

Manusia dapat melakukan perkawinan dengan mahkluk halus. Raja-Raja Jawa terkenal dengan beristrikan Kanjeng Ratu Kidul yakni mahkluk halus penguasa Laut Selatan. Pendaki yang bermalam di gunung Argopuro sering berjumpa dan tidur bersama dengan wanita cantik pengawal Dewi Rengganis (Penguasa mahkluk halus Gn.Argopuro) Anak hasil perkawinan antara manusia dan mahkluk halus biasanya menjadi mahkluk halus. Bila seorang wanita (manusia) hamil hasil perkawinan dengan mahkluk halus, maka ketika lahir bayinya akan hilang perutnya tiba-tiba mengecil.

Gangguan Manusia kepada Mahkluk Halus

Kehadiran manusia di tempat-tempat yang dihuni mahkluk halus kadangkala menimbulkan gangguan bagi mahkluk halus, oleh sebab itu sebaiknya manusia minta ijin (permisi) terlebih dahulu bila memasuki wilayah mereka. Bau-bauan sering mengganggu mereka, untuk itu seorang pendaki jangan sembarangan buang air. Bau rokok dan minuman keras dapat membangunkan mahkluk halus yang sedang tidur. Suara gaduh juga bisa membuat marah mahkluk halus.

Pendaki yang iseng memindahkan atau merusak tanaman atau benda-benda, bisa jadi secara tidak sadar ikut merusak tempat tinggal mahkluk halus. Memindahkan batu besar yang diyakini sebagai tempat tinggal mahkluk halus, kadang kala tidak pernah berhasil, begitu juga dengan upaya menebang pohon besar seringkali gagal, harus dengan disertai upacara membayar ganti rugi, berupa sesaji khusus.

Penebangan dan pengrusakan hutan dan pembangunan sarana-sarana kebutuhan manusia secara tidak langsung telah merusak tempat-tempat tinggal mahkluk halus. Sehingga hanya masyarakat mahkluk halus yang tinggal di gunung-gunung dan hutan-hutan, samudera-lah yang masih bisa lestari. Mahkluk halus sebagai penghuni dan penjaga alam bagaimanapun juga harus dihargai sebagai layaknya mahkluk yang lain. Kemarahan mahkluk halus bisa menimbulkan bencana wabah penyakit, tanah longsor, banjir, bahkan gunung meletus.

Bagi pendaki yang pernah melakukan pendakian seorang diri pasti akan merasakan berbagai suasana nuansa gaib. Percaya atau tidak dengan alam mahkluk halus, setiap pendaki tetap harus memahami tempat- tempat yang dianggap sakral dan angker oleh masyarakat setempat. Setidak-tidaknya bisa membawa oleh-oleh bahan cerita yang seru tentang gunung yang didaki.

Seorang Pecinta Alam Sejati akan menyapa matahari ketika muncul di ufuk timur. Hembusan angin kencang dianggap sebagai kejenakaan seorang sahabat, kucuran hujan deras adalah ajakan alam untuk bermain dan bercanda. Batu besar atau batang pohon bisa menjadi kawan kita berbicara, Burung – burung mengajak kita bernyanyi. Alam memang memiliki roh kehidupan. Pendaki yang ramah dan menghormati Alam, dia akan turun gunung dengan semangat hidup yang baru yang dipenuhi spirit of the mountain.




====================================
CATATAN REDAKSI:

Siapapun boleh mengirim artikel ke dalam blog Kampus Orang samar ini.
kirimkan artikel anda via http://eyangsamar.com/kirim-artikel
(otomatis masuk postingan blog ini)

untuk promosi Gemblengan / BAKTI SOSIAL / dll silakan kirim ke [email protected]
HARAP HATI-HATI TERHADAP PENIPUAN OKNUM YANG TIDAK BERTANGGUNGJAWAB .

Salam rahayu.
TTD
Eyang Samar Atas Angin
(Pendiri KOS)